Berburu Ikan Asin Belah, Oleh-oleh Khas dari Pantai Labu, Deli Serdang
TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Ikan kertas hasil tangkapan nelayan di tempat ini diolah menjadi ikan asin belah atau ikan asin kertas yang layak menjadi buah tangan wisatawan.
Hal ini bisa Anda temui saat menyambangi Pantai Muara Indah dan Pantai Putra Deli yang berada di Kecamatan Pantai Labu, Deli Serdang.
Aktivitas pengolahan ikan asin. (Tribun Medan/Silfa)
Sebelum masuk ke simpang Pantai Putra Deli, Anda akan melihat ikan asin dijemur di sebuah rumah Usaha Kecil Menengah (UKM) tersebut.
Lahan halaman tanah sekitar 7×8 meter habis dipenuhi papan-papan dan jaring-jaring alas ikan asin dijemur.
Di tempat pengolahan ikan asin itu pula wisatawan bisa membeli langsung ikan asin segar yang baru jadi.
Alimin, pegawai menuturkan, ikan asin belah menjadi oleh-oleh khas jika menyambangi Kecamatan Pantai Labu.
Pasalnya, penduduk sekitarnya, rata-rata bermatapencaharian sebagai nelayan atau mengolah ikan asin dan pedagang ikan.
"Jenis ikan kecil menjadi paling banyak diolah menjadi ikan asin. Selain lebih rapuh, garing dan berasa saat jadi ikan asin. Kalau digoreng gitu aja rasanya hambar dan kurang garing," katanya.
Ikan asin. (Tribun Medan/Silfa)
Ia menuturkan ikan asin belah tersebut dijual perkilonya Rp 30 ribu.
Pembeli bahkan bisa milih dan mendapatkan ikan asin yang baru jadi.
Selain bisa beli untuk oleh-oleh, wisatawan juga bisa melihat langsung proses pembuatannya.
"Di halaman luar lokasi penjemuran, sedangkan lahan samping rumah menjadi lokasi pembersihan atau pencucian dan pembelahan ikan segar yang baru ditangkap nelayan," katanya.
Hanya dibatasi dinding triplek agar tidak menjadi tontonan depan pasar, pengolahan ikan asinnya juga dilakukan di teras samping rumah UKM tersebut.
Pegawainya kebanyakan para ibu rumah tangga setempat.
Ibu-ibu ini pun dibolehkan membawa anak sambil bekerja.
Belasan pegawai tampak membersihkan ikan, dan membelah dua perut ikan hingga tipis seperti kertas.
Ada pula pegawai yang tampak mencampur ikan dengan garam dan merendamnya dalam larutan garam tersebut.
"Ikan dicuci bersih dulu, dibelah, direndam pakai air garam selama 1-2 hari kemudian nanti dicuci lagi dengan air bersih dan dijemur hingga kering, bisa 1-2 hari jugalah keringnya," kata seorang pegawai menjelaskan cara pembuatan ikan asin belah tersebut.
Sorijah, pengunjung, bahkan membeli ikan asin belah tersebut hingga 3 kilo.
Ia menuturkan, belanjaannya tersebut untuk dikirim ke Jakarta.
"Saya kalau ke sini pasti langsung borong. Soalnya ada keluarga adik saya di Jakarta yang suka makan ikan asin ini, katanya kalau dari Medan lebih garing, rapuh," jelasnya.
Komentar
Posting Komentar